Category Archives: Living in Utrecht

  • 0

PPIU goes to Keukenhof

Hoi allemaal!

Hari Sabtu tanggal 6 Mei yang lalu, PPI Utrecht mengadakan jalan-jalan bersama ke ladang tulip yang merupakan “The Most Beautiful Spring Garden in the World” ini. Sekitar 30 anggota dari PPIU mengikuti acara ini. Acara ini bertujuan untuk bonding guna meningkatkan keakraban antar anggota PPIU.

Sekitar jam setengah 9 pagi, kita semua sudah bersiap di Utrecht Centraal menuju Leiden Centraal. Namun, perjalanan belum berakhir Setibanya di Leiden Centraal kita harus naik bus 858 tujuan Lisse. Untungnya cuaca hari itu sangat bersahabat, sehingga kita bisa menikmati keindahan bunga-bunga tulip disana.

 photo ppiu_keukenhof1_zpsqqlgnksy.jpeg

Keceriaan Utrecht-ers di Keukenhof

Selain mengeksplor kebun tulip dan mengabadikannya dalam foto, kita juga mengadakan makan siang bersama sembari melepaskan canda tawa. Mas Luluk, sang seniman, memainkan gitarnya dan kita pun menyanyikan lagu bersama, mulai dari lagu bahagia hingga lagu-lagu galau. Sekiar pukul 4 sore, kita bersiap untuk pulang kembali ke Utrecht. Dan tidak lupa, foto bersama anggota PPI Utrecht, Cheers!

Terimakasih untuk Div Kekeluargaan atas acaranya yang super keren ini!

 photo ppiu_keukenhof2_zpsruefu3ny.jpeg

Cheers dari Keukenhof!

 

Oleh: Fitri Amalia Shintasiwi 


  • 0

Angkringan Utrecht

Hoi Allemaal,

Pada tanggal 4 Maret yang lalu, PPIU mengadakan diskusi dan bincang santai mengenai internship dan work culture di Belanda. Diskusi ini diadakan di bawah payung kegiatan AngkUt (Angkringan Utrecht). AngkUt kali ini diisi oleh pembicara dari berbagai kalangan, baik dari akademia maupun professional. Dari sudut pandang professional, ada Mbak Meisyi (pengajar di Babel Institute) dan Mas Ahmy (Software Engineer di Maarktplaats), sedangkan dari sisi academia ada Widya yang merupakan alumni dari program Drugs Innovation, Utrecht University. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Atdikbud RI di Belanda, Bapak Bambang Hari Wibisono.

 photo DSC_0059_zpswi29wdvg.jpg

Kata sambutan dari Atdikbud RI di Belanda, Bapak Bambang Hari Wibisono

Setelah dibuka dengan sambutan dari Pak Hari yang menceritakan mengenai kultur kerja di Belanda, kegiatan pun dilanjutkan dengan cerita dari Mbak Meisyi tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mencari kerja/intern di Belanda, khususnya harus teliti waktu membaca kontrak kerja. Karena setelah tanda tangan kontrak, berarti kita sudah terikat dengan hukum dan harus patuh terhadap poin-poin yang ditulis dalam kontrak, makanya kita harus baca poin demi poin dengan teliti. Jangan sampai kita daftar untuk intern tapi malah dapat workload sama dengan pegawai. Oh iya, ternyata kalau kita intern kita bisa dibayar oleh perusahaan tempat kita intern, tapi ini ga wajib. Jadi kalau terima gaji ya syukur, tapi kalau gratis juga tetap harus disyukuri.

 photo DSC_0068_zpsqdg74q1b.jpg

Mbak Meisyi dari Babel Institute memberi penjelasan mengenai aturan kerja dan internship di Belanda

Kembali ke soal kontrak kerja, untuk magang-ers ada beberapa poin yang wajib diperhatikan waktu kita mau tandatangan kontrak. 1) Jangka waktu harus jelas, jangan sampai ada kata open einde (bisa berkelanjutan tanpa durasi jelas). 2) Fasilitas apa saja yang didapat.

Gimana untuk professional workers? Perlu dipastikan apa jenis kontrak kerja yang didapat, apakah on call workers, kontrak sementara, atau malah kontrak tetap (yang banyak diharapkan sama orang). Khusus untuk kontrak sementara, kalau diperpanjang sampai 2x dalam waktu 2 tahun tanpa putus nyambung, maka kalau diperpanjang untuk ketiga kalinya harus sudah dalam bentuk kontrak tetap. Selain jenis kontrak, pekerja juga harus memastikan fasilitas apa yang didapat dan bagaimana sistem jatah cuti di perusahaan.

Terus gimana kalau sudah tandatangan kontrak, kita sudah kerja sebaik mungkin, tapi perusahaan ngelanggar kontrak? Jangan takut, kita bisa hubungin SZW dan laporin soal pelanggaran kerja ini.

Kemudian sesi dijeda dengan makan siang supaya para peserta dan pengisi acara ga pingsan kelaparan. Pada sesi ramah tamah ini, panitia AngKut dibantu oleh tim katering Utrecht sudah menyiapkan bakwan, emping, kopi, teh, dan soto betawi sebagai pasokan pemadaman kelaparan kita.

 photo DSC_0080_zpswb6hxa9l.jpg

Soto betawi oleh tim katering Utrecht

Setelah sesi ramah tamah, acara pun dilanjutkan dengan cerita dari Widya tentang pengalaman internnya di Belanda, di Medicine Evaluation Board (MEB). Intern di MEB ini adalah bagian dari program master by research, dimana Widya ikut menyelesaikan kasus yang dihadapi oleh MEB sebagai bagian dari risetnya. Widya memilih untuk intern di Belanda selama kuliah karena lebih mudah untuk mengurus administrasinya dibandingkan dengan setelah lulus. Setelah lulus kita perlu mengurus working permit. Oh iya, alasan Widya memilih MEB karena ingin memahami regulasi obat di EU yang lebih baik.

Widya memberikan beberapa tips dalam interview perusahaan sebelum internship. Tips-tips tersebut adalah: 1) Persiapkan dan pelajari CV sebaik mungkin, baca dan ingat kembali pengalaman bekerja sebelumnya. 2) Pelajari sebaik mungkin mengenai perusahaan tujuan. 3) Email perusahaan tujuan dari jauh-jauh hari.
Widya termasuk staf intern yang beruntung loh. Karena di MEB ini, Widya dapat salary sebesar 550 Euro.

Kemudian acara ditutup dengan cerita mas Ahmy tentang pengalamannya dia dari zaman interview sampai bekerja sampai lebih dari 3 tahun di Belanda. Mas Ahmy mengambil program master nya di ITB (Indonesia) dan awalnya bekerja di startup yang banyak bekerja dengan klien di bidang pemerintahan. Kemudian pada suatu hari, mas Ahmy mendapat info mengenai perusahaan (Sense) yang sedang mencari engineer dari temannya dan memutuskan untuk mencoba mendaftar ke perusahaan tersebut.

 photo DSC_0102_zpsmdoxeewo.jpg

Sesi interaktif bersama Widya dan Ahmy

Sebelum interview, mas Ahmy belajar tentang produk perusahaan tersebut, kemudian mencoba membuat aplikasi sendiri berdasarkan software mereka dan memperlihatkannya ke perusahaan tersebut. Ternyata pada saat wawancara via Skype, perusahaan tersebut cocok dengan mas Ahmy dan memberi kontrak probation (uji coba) selama 6 bulan dan akhirnya diperpanjang.

Setelah sesi cerita pengalaman, mas Ahmy memberi bocoran cerita tentang kultur kerja di Belanda. Ternyata perusahaan kesusahan untuk cari intern, sampai biasanya ada bursa internship dan ternyata tidak semua perusahaan buka lowongan intern di web. Jadi kita perlu coba email langsung ke perusahaan. Lalu, selama di Belanda ternyata mas Ahmy ga pernah ditanya soal IPK, jadi coba saja apply jika menemukan perusahaan yang menarik.

Dari pengalaman, intern dan kerja di Belanda pasti ada masa trainingnya dan diberikan materi yang perlu dipelajari. Nanti akan ada supervisor yang datang dan memeriksa pekerjaan kita. Lalu untuk mahasiswa yang sedang mempersiapkan internship, mas Ahmy memberikan saran kalau perusahaan di Belanda biasanya melihat apakah orangnya enak untuk diskusi atau tidak. Jadi berusahalah untuk lebih outspoken.

 

Oleh: Moch Februarianto


  • 0

Bowling Day

Dengan saling bertemu sapa dan beraktivitas bersama, maka keakraban antar anggota akan semakin erat dan terjaga. Itulah yang keluarga besar PPI Utrecht lakukan kemarin dengan melaksanakan kegiatan “Bowling Day” di hari Minggu, 12 Februari 2017 kemarin. 19 anggota PPI Utrecht, warga Indonesia di Utrecht, beserta anggota-anggota baru saling menjajal kemampuannya di Bison Bowling.

Setelah saling mengganti sepatu dengan sepatu khusus bowling, dimulailah acara yang ditunggu-tunggu. Suasana begitu cair, dimana semua orang saling mentertawakan satu sama lain tentang bagaimana bola bowling mereka masuk kedalam gutter, berdecak kagum setiap ada yang mendapatkan strike (yang sebenarnya ambigu antara memang jago atau hanya beruntung), dan tentunya obrolan-obrolan kecil penuh canda. Para anggota baru pun memanfaatkan momen ini untuk berkenalan dengan anggota-anggota PPI Utrecht lainnya.

Setelah menyelesaikan dua ronde permainan, tak disangka-sangka ternyata Presidium PPI Utrecht, Yudha, selalu memiliki skor tertinggi di setiap rondenya! Hal ini memunculkan pertanyaan, apa mungkin Yudha bukan orang awam dalam bowling? Mungkinkah Yudha memang terlahir untuk bowling? Mungkin jawaban yang paling tepat dan dapat diterima khalayak umum untuk ini adalah: kita mempersilahkan Yudha untuk menang di hari itu :). Tak terasa 2 jam telah berlalu, dan kami pun harus menyudahi kebersamaan di hari itu dan pulang ke kediaman masing-masing.

 photo photo_2017-02-15_22-40-27_zpsrgfzraw5.jpg

Mengakhiri weekend bersama PPIU dengan main bowling

Diluar kegiatan-kegiatan olahraga mingguan seperti Futsal dan Tenis Meja, PPI Utrecht memang memfasilitasi kegiatan olahraga rekreasi seperti Bowling Day yang bertujuan untuk memberikan quality time bersama bagi para anggotanya. Meskipun tidak memiliki tanggal kegiatan yang rutin, kegiatan olahraga rekreasi ini direncanakan untuk dapat dilaksanakan setiap bulan. Tunggu acara-acara kami selanjutnya ya!

 

Oleh: I Made Satyadhira


  • 0

Pengenalan PPIU dan Studi di Utrecht

Musim dingin di Belanda tahun ini termasuk menjadi yang terdingin setidaknya dalam lima tahun terakhir. Tentunya hal tersebut menjadi tantangan yang sangat berarti bagi para mahasiswa Indonesia di Belanda. Namun, tentunya hal tersebut tidak mengalahkan semangat kawan-kawan pelajar di Utrecht untuk menimba ilmu di negeri kincir angin. Semangat ini diharapkan dapat dibagikan juga kepada keluarga baru PPI Utrecht yang akan memulai studinya di Belanda pada periode Februari 2017. Untuk itu PPI Utrecht mengadakan kegiatan penyambutan keluarga baru.

Hanya terpaut satu hari dari kegiatan farewell party untuk keluarga PPIU yang akan kembali ke Indonesia, kegiatan penyambutan anggota baru ini diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Februari 2017. Kegiatan dilaksanakan di perpustakaan kampus Utrecht University di Uithof, Utrecht. Kegiatan dimulai dengan perkenalan semua peserta pada acara tersebut. Setelah itu, agar lebih mengenal satu sama lain acara dilanjutkan dengan sebuah game untuk menggali lebih dalam informasi mengenai seluruh peserta. Dalam game ini peserta diberikan 3 dari 6 pertanyaan yang disiapkan, yaitu : ”tell us a little bit about your hobby and interest”, “tell us a little bit about your family”, “tell us about your last work and or last schooling”, “tell us about your favorite memory until now”, “tell us something you never tried before but you want to try it someday”, dan “tell us about a fun fact of yours”. Sangat menarik bukan? Apalagi buat yang mau kepo-kepo seseorang 😉

 photo DSC_0001_zps4dvxjj4g.jpg

Perkenalan, games, life hacks, academic life, academic english, semuanya dikupas di sini.

Kegiatan selanjutnya adalah yang paling ditunggu-tunggu, yaitu sharing mengenai bagaimana cara bertahan di Utrecht, yang meliputi penjelasan mengenai segala kebutuhan administrasi yang harus diurus hingga life hacks yang akan sangat membantu untuk memulai hidup di Utrecht (yang terpenting bagaimana caranya jeli melihat diskon dan promosi toko :D). Tidak hanya itu, kami juga melakukan sharing mengenai lingkungan pendidikan di Belanda, khususnya di Utrecht sehingga teman-teman yang baru pertama kali mengenyam pendidikan di sini mendapatkan gambaran seperti apa sistem pendidikan di Belanda.

 photo WhatsApp Image 2017-02-06 at 13.17.24_zps41dowyj3.jpeg

Cheers from our new family!

Antusiasme kawan-kawan keluarga baru PPIU sangat luar biasa ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan pada saat sesi diskusi. Semangat tersebut semakin terlihat ketika masuk pada sesi terakhir, yaitu kick-off kelas Academic English yang menjadi salah satu program PPI Utrecht. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para Anggota PPI Utrecht dalam perkuliahannya. Penasaran dan mau tau lebih lanjut mengenai program ini? Jangan lupa terus ikuti update informasi di website, twitter, dan Instagram kami ya! See you in the next update. Tot ziens!

 

Oleh: Dally Chaerul Shaffar


  • 0

Farewell Party

Sabtu, 4 Februari 2017 menjadi salah satu hari yang berkesan untuk keluarga PPI Utrecht. Kami menyelenggarakan farewell party untuk lima anggota keluarga PPI Utrecht; Naqib, Yorga, Widya, Erma, dan Shofwan akan kembali ke tanah air tercinta Indonesia. Naqib yang sebelumnya bekerja di Belanda akan melanjutkan pekerjaannya di Singapura, sedangkan Yorga, Widya, Erma, dan Shofwan akan kembali ke Indonesia untuk segera mempersiapkan petualangan hidup selanjutnya.

Acara farewell party ini digelar di kediaman Naqib dan Galih di Utrecht. Tidak meninggalkan budaya Indonesia, tentunya saat-saat seperti ini kita manfaatkan untuk saling memberikan kesan sebagai keluarga dan tentunya doa untuk kesuksesan mereka semua. Oh ya, tentunya kurang lengkap jika diaspora Indonesia berkumpul tanpa makanan khas Indonesia. Tumpeng! Seperti budaya syukuran di tanah air, acara farewell ini juga dilengkapi dengan lezatnya tumpeng beserta jajarannya lauk pauk khas Indonesia, cukup mengobati rasa rindu akan Indonesia.

tumpeng photo DSC_0160_zpsdr68xf05.jpg

Tumpeng!

Tentunya kita tidak membiarkan mereka kembali dengan tangan kosong ke Indonesia. Kenang-kenangan yang sangat sederhana, berisi pesan dan kesan dari keluarga PPI Utrecht, diberikan kepada mereka, selain itu semoga salam rindu dari kami di sini juga tersampaikan ke Indonesia yang jauh disana. Acara yang hangat, sederhana, tapi penuh kebahagiaan ini diakhiri dengan berfoto bersama.

farewell photo WhatsApp Image 2017-02-04 at 15.25.30_zps4m183gmh.jpeg

Farewell party Naqieb, Yorga, Widya, Shofwan dan Erma, 4 Februari 2017

Every story has an end, but in life every ending is a new beginning. Best wishes from us to Naqieb, Yorga, Widya, Erma, and Shofwan. Good luck for your new journey. You are a part of PPI Utrecht family and will always be. Tot volgende keer!

 

Oleh: Dally Chaerul Shaffar


  • 0

Kepengurusan PPI Utrecht 2016/2017

Category : Living in Utrecht

Hoi allemal!

Bulan lalu, tepatnya pada 16 Desember 2016 PPIU resmi memiliki badan kepengurusan baru periode 2016/2017. Di hari yang sama juga telah diadakan rapat program kerja setahun mendatang, tentunya ditambah dengan revisi dan masukan dari anggota dan pengurus sebelumnya. Hasilnya, program kerja tahun ini lumayan banyak dan seru-seru lho! Diskusi alot berujung kepada keputusan diadakannya kembali acara UID (Utrecht Indonesian Day) 2017 setelah sempat absen pada tahun lalu.

Terimakasih serta apresiasi kepada badan pengurus periode 2015/2016 atas dedikasinya untuk PPIU. Selamat dan semangat kepada badan pengurus 2016/2017. Semoga dapat menjalankan tugas dan amanah dengan baik demi PPIU yang lebih baik lagi.

Yuk, kenalan sama wajah-wajah baru pengurus PPIU.

Badan kepengurusan PPI Utrecht 2016/2017

Tidak lupa juga dengan anggota PPIU yang makin banyak!

Rapat besar PPI Utrecht, 19 November 2016, Uithof Library


  • 0

Kepengurusan PPI Utrecht 2015/2016

Category : Living in Utrecht

Hoi allemaal,

Setelah sempat vakum beberapa bulan, website PPI Utrecht (PPIU) akhirnya kembali dengan tampilan baru yang fresh (special note to teman-teman yang sudah menjaga dan memperbaiki web selama masa rehat kemarin, terimakasih ya!). Bersamaan dengan terlaksananya Utrecht Indonesian Day 2015, kepengurusan PPIU untuk tahun 2014/2015 pun berakhir dan dilanjutkan oleh teman-teman pengurus untuk periode 2015/2016. Sejak November 2015 lalu, teman-teman yang akan kami perkenalkan di bawah ini resmi menerima tongkat estafet untuk melanjutkan kesuksesan program-program PPIU sebelumnya.

Ketua          : Aan

Sekretaris  : Noya

Bendahara : Widya

Div. Kajian :

Erda, Erlis, Rika, Rahmah, Erma, Erna, Yorga, Yona, Nisa, Cita

Div. Olahraga dan Seni  :

Zaki, Puti, Reno

Div. Kekeluargaan          :

Mikhal, Felis, Luluk, Cempaka, Nunu, Delphine, Galih, Naqib

 

Selamat bertugas ya kawan-kawan, semoga tetap bisa menjaga kehangatan dan kekompokan pemuda-pelajar di Utrecht! Ditunggu acara-acara seru dan revolusionernya.


  • -

A glance about housing in Utrecht

Category : Living in Utrecht

Dear Friends,

If you’re prospective students, who’re currently have no idea about housing in Utrecht, we would be happy to provide some information that might be useful for you.

As Utrecht is located in the centre of Holland, many people want to live in Utrecht due to its accessibility benefit. Therefore, it is quite difficult to find a room/house in Utrecht.

Please note that article below is a general information. If you need more information, please do not hesitate to contact us at ppi.utrecht[at]gmail.com

“Read More”

  • -

PPI Utrecht 2014 – 2015

Category : Living in Utrecht

Kepengurusan PPI Utrecht 2014 – 2015 dipimpin oleh Yudistira Pratama Wachyar sebagai Ketua,  Sarah Ervinda sebagai Presidium, Erna Gustina sebagai bendahara, dan Safitri sebagai Sekertaris.

Saat ini kepengurusan PPI Utrecht 2014 – 2015 sudah berakhir dan diserahkan kepada Aan Suarlan sebagai ketua PPI Utrecht 2015 – 2016. Berikut ini adalah galeri kegiatan PPI Utrecht 2014 – 2015, yang terdiri dari kegiatan akademik, kegiatan diplomasi budaya, dan kegiatan kekeluargaan.

Dalam menjalankan kepengurusan PPI Utrecht 2014 – 2015, pengurus harian PPI Utrecht bekerja bersama tim yang sangat luar biasa yang dikenal dengan istilah ‘the soulmate’. Berikut ini adalah video mengenai orang-orang yang berada dibalik kepengurusan PPI Utrecht 2014 – 2015.

 


  • -

Survival Guide to Live in Utrecht

Category : Living in Utrecht

Bagi rekan-rekan yang akan datang dan berkuliah di Utrecht. PPI Utrecht, menyediakan ‘survival guide’ yang bisa dipergunakan oleh rekan-rekan pada minggu-minggu awal berkuliah dan tinggal di Utrecht.

Survival guide tersebut dapat rekan-rekan lihat pada tautan berikut ini:

Semoga rekan-rekan semakin terbantu dengan adanya survival guide yang disediakan oleh PPI Utrecht. Selamat membaca dan sampai jumpa di Kota Utrecht 🙂

Untuk mengunduh survival guide ini, silahkan klik pada gambar berikut ini: