Monthly Archives: March 2017

  • 0

Hatta Cup 2017, Rotterdam

Category : Fun Activities

Pada tanggal 12 Maret 2017, PPI Rotterdam untuk pertama kalinya mengadakan kompetisi olahraga antar pelajar Indonesia di Belanda yaitu Hatta Cup, yang diadakan di kompleks olahraga Erasmus Sport, Erasmus University of Rotterdam . Kontingen PPI Utrecht sendiri mengirimkan tim untuk cabang olahraga tenis meja dan futsal. Untuk tenis meja tunggal, PPIU diwakilkan oleh Made Satyadhira, dan untuk tim ganda diwakilkan oleh Delphine dan Ahmy Yulrizka.

Tim ganda tenis meja menjadi satu satunya penyumbang medali untuk PPI Utrecht di mana langkah mereka terhenti di final, dihentikan PPI Maastricht dengan skor 3-0. Ini merupakan prestasi luar biasa mengingat Delphine dan Ahmy belum pernah berpasangan ganda sebelumnya, bahkan saat latihan sekalipun. Di cabang tunggal langkah Satya terhenti di babak semifinal oleh perwakilan tuan rumah dengan skor 3-2. Tetap luar biasa, mengingat cedera kram yang diderita karena membela tim futsal.

Untuk cabang olahraga futsal, perjalanan PPI Utrecht kandas di babak pertama oleh PPI Den Haag. Dengan energi yang sudah cukup terkuras karena bermain tenis meja sejak pagi, Satya mencetak gol pertama untuk PPI sebelum ia keluar lapangan karena kram dan digantikan oleh Aan Suarlan. Gol kedua Utrecht dicetak oleh playmaker andalan PPIU, Afan Tofani. Walaupun dalam hal ball possesion kedua tim terlihat imbang, PPI Den Haag lebih banyak menghasilkan peluang berbahaya di depan gawang lawan yang banyak dimentahkan secara gemilang oleh Akbar, goalkeeper PPIU. Sayangnya penampilan Akbar yang layak dinobatkan sebagai man of the match dalam pertandingan sore itu tidak mampu memenangkan PPIU, dan pertandingan dimenangkan oleh PPI Den Haag dengan skor tipis 3-2.

Well done, team! #hattacup2017 #ppiutrecht 🇮🇩

A post shared by ppiutrecht (@ppiutrecht) on

 

Oleh: M Hanif Abidin


  • 0

Angkringan Utrecht

Hoi Allemaal,

Pada tanggal 4 Maret yang lalu, PPIU mengadakan diskusi dan bincang santai mengenai internship dan work culture di Belanda. Diskusi ini diadakan di bawah payung kegiatan AngkUt (Angkringan Utrecht). AngkUt kali ini diisi oleh pembicara dari berbagai kalangan, baik dari akademia maupun professional. Dari sudut pandang professional, ada Mbak Meisyi (pengajar di Babel Institute) dan Mas Ahmy (Software Engineer di Maarktplaats), sedangkan dari sisi academia ada Widya yang merupakan alumni dari program Drugs Innovation, Utrecht University. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Atdikbud RI di Belanda, Bapak Bambang Hari Wibisono.

 photo DSC_0059_zpswi29wdvg.jpg

Kata sambutan dari Atdikbud RI di Belanda, Bapak Bambang Hari Wibisono

Setelah dibuka dengan sambutan dari Pak Hari yang menceritakan mengenai kultur kerja di Belanda, kegiatan pun dilanjutkan dengan cerita dari Mbak Meisyi tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mencari kerja/intern di Belanda, khususnya harus teliti waktu membaca kontrak kerja. Karena setelah tanda tangan kontrak, berarti kita sudah terikat dengan hukum dan harus patuh terhadap poin-poin yang ditulis dalam kontrak, makanya kita harus baca poin demi poin dengan teliti. Jangan sampai kita daftar untuk intern tapi malah dapat workload sama dengan pegawai. Oh iya, ternyata kalau kita intern kita bisa dibayar oleh perusahaan tempat kita intern, tapi ini ga wajib. Jadi kalau terima gaji ya syukur, tapi kalau gratis juga tetap harus disyukuri.

 photo DSC_0068_zpsqdg74q1b.jpg

Mbak Meisyi dari Babel Institute memberi penjelasan mengenai aturan kerja dan internship di Belanda

Kembali ke soal kontrak kerja, untuk magang-ers ada beberapa poin yang wajib diperhatikan waktu kita mau tandatangan kontrak. 1) Jangka waktu harus jelas, jangan sampai ada kata open einde (bisa berkelanjutan tanpa durasi jelas). 2) Fasilitas apa saja yang didapat.

Gimana untuk professional workers? Perlu dipastikan apa jenis kontrak kerja yang didapat, apakah on call workers, kontrak sementara, atau malah kontrak tetap (yang banyak diharapkan sama orang). Khusus untuk kontrak sementara, kalau diperpanjang sampai 2x dalam waktu 2 tahun tanpa putus nyambung, maka kalau diperpanjang untuk ketiga kalinya harus sudah dalam bentuk kontrak tetap. Selain jenis kontrak, pekerja juga harus memastikan fasilitas apa yang didapat dan bagaimana sistem jatah cuti di perusahaan.

Terus gimana kalau sudah tandatangan kontrak, kita sudah kerja sebaik mungkin, tapi perusahaan ngelanggar kontrak? Jangan takut, kita bisa hubungin SZW dan laporin soal pelanggaran kerja ini.

Kemudian sesi dijeda dengan makan siang supaya para peserta dan pengisi acara ga pingsan kelaparan. Pada sesi ramah tamah ini, panitia AngKut dibantu oleh tim katering Utrecht sudah menyiapkan bakwan, emping, kopi, teh, dan soto betawi sebagai pasokan pemadaman kelaparan kita.

 photo DSC_0080_zpswb6hxa9l.jpg

Soto betawi oleh tim katering Utrecht

Setelah sesi ramah tamah, acara pun dilanjutkan dengan cerita dari Widya tentang pengalaman internnya di Belanda, di Medicine Evaluation Board (MEB). Intern di MEB ini adalah bagian dari program master by research, dimana Widya ikut menyelesaikan kasus yang dihadapi oleh MEB sebagai bagian dari risetnya. Widya memilih untuk intern di Belanda selama kuliah karena lebih mudah untuk mengurus administrasinya dibandingkan dengan setelah lulus. Setelah lulus kita perlu mengurus working permit. Oh iya, alasan Widya memilih MEB karena ingin memahami regulasi obat di EU yang lebih baik.

Widya memberikan beberapa tips dalam interview perusahaan sebelum internship. Tips-tips tersebut adalah: 1) Persiapkan dan pelajari CV sebaik mungkin, baca dan ingat kembali pengalaman bekerja sebelumnya. 2) Pelajari sebaik mungkin mengenai perusahaan tujuan. 3) Email perusahaan tujuan dari jauh-jauh hari.
Widya termasuk staf intern yang beruntung loh. Karena di MEB ini, Widya dapat salary sebesar 550 Euro.

Kemudian acara ditutup dengan cerita mas Ahmy tentang pengalamannya dia dari zaman interview sampai bekerja sampai lebih dari 3 tahun di Belanda. Mas Ahmy mengambil program master nya di ITB (Indonesia) dan awalnya bekerja di startup yang banyak bekerja dengan klien di bidang pemerintahan. Kemudian pada suatu hari, mas Ahmy mendapat info mengenai perusahaan (Sense) yang sedang mencari engineer dari temannya dan memutuskan untuk mencoba mendaftar ke perusahaan tersebut.

 photo DSC_0102_zpsmdoxeewo.jpg

Sesi interaktif bersama Widya dan Ahmy

Sebelum interview, mas Ahmy belajar tentang produk perusahaan tersebut, kemudian mencoba membuat aplikasi sendiri berdasarkan software mereka dan memperlihatkannya ke perusahaan tersebut. Ternyata pada saat wawancara via Skype, perusahaan tersebut cocok dengan mas Ahmy dan memberi kontrak probation (uji coba) selama 6 bulan dan akhirnya diperpanjang.

Setelah sesi cerita pengalaman, mas Ahmy memberi bocoran cerita tentang kultur kerja di Belanda. Ternyata perusahaan kesusahan untuk cari intern, sampai biasanya ada bursa internship dan ternyata tidak semua perusahaan buka lowongan intern di web. Jadi kita perlu coba email langsung ke perusahaan. Lalu, selama di Belanda ternyata mas Ahmy ga pernah ditanya soal IPK, jadi coba saja apply jika menemukan perusahaan yang menarik.

Dari pengalaman, intern dan kerja di Belanda pasti ada masa trainingnya dan diberikan materi yang perlu dipelajari. Nanti akan ada supervisor yang datang dan memeriksa pekerjaan kita. Lalu untuk mahasiswa yang sedang mempersiapkan internship, mas Ahmy memberikan saran kalau perusahaan di Belanda biasanya melihat apakah orangnya enak untuk diskusi atau tidak. Jadi berusahalah untuk lebih outspoken.

 

Oleh: Moch Februarianto


  • 0

Scientific Writing Workshop 1: What A Productive and Well-spent Sunday with PPI Belanda

Category : Academic Activities

Hoi allemaal!

Apakabarnya nih? Bagaimana kegiatan akhir pekannya? Menyenangkankah atau malah sibuk dengan tugas-tugas yang ada?

Berbeda dari beberapa akhir pekan yang lalu, kali ini teman-teman dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Utrecht mendapatkan kehormatan untuk menjadi host dari salah satu kegiatan akademik yang diselenggarakan oleh PPI Belanda. Workshop yang diberi tema “Easily Write Your Idea” ini mencakup bahasan mengenai scientific writing dengan tiga orang pembicara di tiga kesempatan yang berbeda. Pada artikel singkat kali ini kita akan membahas mengenai pertemuan pertama tertanggal 26 Februari 2017, mulai dari peserta, pembicara hingga bahasan mengenai apa saja ilmu yang didapat di dalamnya. Here you go

Acara ini terbuka umum untuk seluruh pelajar Indonesia yang ada di Belanda. Sedari pembukaan pendaftaran tanggal 1 Februari hingga 15 Februari 2017, tercatat sejumlah kurang lebih 10 peserta mendaftar untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dari seluruh penjuru Belanda, para pelajar yang haus akan ilmu tersebut berbondong datang ke Utrecht University, tepatnya Universiteitsbibliotheek Uithof. Acara ini sendiri berlangsung sedari pukul 10:00 CET hingga pukul 13:30 CET. Antusiasme dari masing-masing peserta sudah terlihat sedari awal perkenalan mengenai latar belakang pembicara hingga sesi diskusi diakhir kegiatan sendiri.

Dalam kegiatan kali ini seluruh peserta diajak untuk melakukan perkenalan dengan pemateri terlebih dahulu. Adapun yang menjadi pemateri adalah Dr. Ir. D.A. Ary Samsura, dosen sekaligus peneliti bidang spatial planning and engineering policy analysis dari Universitas Radboud Nijmegen. Dengan perawakannya yang tegap namun ramah, beliau membawakan bahan academic writing yang harusnya menegangkan menjadi lebih menyenangkan. Di beberapa kesempatan beliau sempat memasukkan beberapa jokes ringan berkaitan dengan materi yang disampaikan. Adapun tampilan presentasi yang jauh dari kesan kaku juga turut mendukung hangatnya kegiatan pada hari itu.

Materi yang disampaikan pun lebih variatif. Terdapat empat garis besar yang menjadi pokok pembahasan kala itu. Hal pertama yang disampaikan berupa bahasan mengenai persiapan atau planning and preparation. Dalam hal ini kita dianjurkan untuk bisa mendefinisikan tiga hal besar sebelum kita menuangkannya dalam tulisan. Tiga hal tersebut berupa alasan (WHY) kita menulis, apa (WHAT) yang akan kita bahas dalam tulisan tersebut hingga siapa (WHOM) yang menjadi tujuan kita menulis. Ketiga hal ini akan membantu proses penulisan selanjutnya, yaitu structuring a research report.

Dalam penatagayaan laporan yang kita miliki, hendaknya kita sudah mengetahui terlebih dahulu format standar dari tulisan yang hendak kita publish atau ajukan tersebut. Adapun yang menjadi gaya standar dalam penulisan scientific article or text, mas Ary menyerderhanakannya dengan sebutan IMRaD; Introduction, Methods, Research Question(s) and Discussion. Meski demikian, beberapa gaya penulisan lainnya juga  bisa berlaku di berbagai kesempatan. Sebagai contoh, penyisipan abstrak diawal tulisan ataupun perubahan tata letak bagian pendahuluan (introduction) yang diletakkan setelah bagian simpulan (conclusion). Hal ini bergantung dengan tuntutan dari instruksi yang berlaku ataupun cara yang memang diterapkan oleh journal (bila hasil karya ingin diterbitkan) yang kita tuju.

Hal ketiga yang menjadi bahasan kala itu adalah the importance of title and introduction. Mengutip apa yang disampaikan dalam presentasi hari itu, “[a] title could be the single most important determiner of whether your writing will be read” (Samsura, D.A.A, 2017). Dari apa yang disampaikan, peserta diajak untuk lebih mendalami keyakinan bahwa penggunaan kata-kata dalam judul merupakan aspek penting selain untuk menarik pembaca juga untuk menentukan bagaimana pembaca masuk dalam karya tersebut. Contoh, bila tulisan yang dibuat berkaitan dengan bidang psikologi anak-anak namun judulnya malah berkenaan dengan masalah makan pada anak tanpa ada bahasan mengenai psikologi itu sendiri, akan membuat pembaca kebingungan saat mencerna tulisan tersebut. Ada baiknya untuk kita dapat menerapkan judul yang menarik, sederhana namun tepat guna dalam berbagai tulisan yang hendak kita proses nantinya.

scientific writing workshop 1 photo Academicwriting7_zpsyfvvbljz.jpeg

Bahasan terakhir adalah mengenai bagaimana cara menulis bagian pendahuluan (how to write an introduction). Dalam bahasan ini, peserta diajak untuk melihat betapa pentingnya bagian pembukaan bila memang kita hendak menerbitkan tulisan kita tersebut. Hal ini berkaitan dengan guna dan fungsi editor yang biasanya akan memutuskan layak atau tidaknya tulisan kita dimuat untuk khalayak luas. The editor akan menentukan apakah tulisan tersebut bisa diproses lebih lanjut atau tidak hanya dengan membaca bagian pendahuluan saja. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk membuat bagian pendahuluan yang menarik dan tepat sasaran.

Pada pertemuan kala itu disampaikan pula tiga jurus jitu yang berguna membantu alur penulisan dalam bagian pembukaan ini. Yang pertama adalah jawablah pertanyaan mengenai masalah yang hendak diselesaikan beserta solusi dan batasan dalam solusi tersebut di bagian pembukaan. Tips kedua adalah gunakan kata-kata seperlunya. Sebuah bagian pembukaan yang bertele-tele dan tidak tepat sasaran akan membuat pembaca malas untuk membaca tulisan lebih lanjut. Hal terakhir yang dianjurkan adalah jelaskan maksud dan tujuan dari penulisan paper secara lebih lugas dan jelas. Seperti yang disampaikan dipenghujung presentasi bahwa “[t]he introduction must be organised from the general to the particular point of view” (Samsura, D.A.A, 2017). Bagian ini akan menjadi petunjuk untuk pembaca mengenai dasar dan problem statement yang telah kita tentukan pada tahapan awal penulisan.

scientific writing workshop 1 photo Academicwriting3_zpswtiyj7l7.jpeg

A productive and well spent sunday

Kegiatan hari itu terasa sangat lengkap dengan suguhan makan siang berupa nasi uduk yang lezat dari tim catering PPI Utrecht. Terlihat peserta menyantap lahap suguhan tersebut dikala jam istirahat, yang setelahnya dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai tulisan peserta. Seperti yang diutarakan diawal tulisan, kegiatan ini dibagi menjadi tiga pertemuan. Therefore, mari kita nantikan ilmu baru apa lagi yang akan dibagikan dalam kegiatan akademik serupa di kesempatan selanjutnya.

Sebagai penutup, kami dari PPI Utrecht hendak mengutip isi dari email mbak Intan Purwandani selaku pemegang penuh kegiatan academic writing yang diselenggarakan oleh PPI Belanda ini, “[t]erima kasih atas partisipasinya hari ini, mohon maaf atas segala kekurangan dan sampai jumpa di scientific writing bulan depan bersama Prof. Bayu, Editor Journal TCST! :)”

Doei. Tot ziens…

 

Oleh: Aprilia Sasmar Putri