• 0

Scientific Writing Workshop 1: What A Productive and Well-spent Sunday with PPI Belanda

Category : Academic Activities

Hoi allemaal!

Apakabarnya nih? Bagaimana kegiatan akhir pekannya? Menyenangkankah atau malah sibuk dengan tugas-tugas yang ada?

Berbeda dari beberapa akhir pekan yang lalu, kali ini teman-teman dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Utrecht mendapatkan kehormatan untuk menjadi host dari salah satu kegiatan akademik yang diselenggarakan oleh PPI Belanda. Workshop yang diberi tema “Easily Write Your Idea” ini mencakup bahasan mengenai scientific writing dengan tiga orang pembicara di tiga kesempatan yang berbeda. Pada artikel singkat kali ini kita akan membahas mengenai pertemuan pertama tertanggal 26 Februari 2017, mulai dari peserta, pembicara hingga bahasan mengenai apa saja ilmu yang didapat di dalamnya. Here you go

Acara ini terbuka umum untuk seluruh pelajar Indonesia yang ada di Belanda. Sedari pembukaan pendaftaran tanggal 1 Februari hingga 15 Februari 2017, tercatat sejumlah kurang lebih 10 peserta mendaftar untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dari seluruh penjuru Belanda, para pelajar yang haus akan ilmu tersebut berbondong datang ke Utrecht University, tepatnya Universiteitsbibliotheek Uithof. Acara ini sendiri berlangsung sedari pukul 10:00 CET hingga pukul 13:30 CET. Antusiasme dari masing-masing peserta sudah terlihat sedari awal perkenalan mengenai latar belakang pembicara hingga sesi diskusi diakhir kegiatan sendiri.

Dalam kegiatan kali ini seluruh peserta diajak untuk melakukan perkenalan dengan pemateri terlebih dahulu. Adapun yang menjadi pemateri adalah Dr. Ir. D.A. Ary Samsura, dosen sekaligus peneliti bidang spatial planning and engineering policy analysis dari Universitas Radboud Nijmegen. Dengan perawakannya yang tegap namun ramah, beliau membawakan bahan academic writing yang harusnya menegangkan menjadi lebih menyenangkan. Di beberapa kesempatan beliau sempat memasukkan beberapa jokes ringan berkaitan dengan materi yang disampaikan. Adapun tampilan presentasi yang jauh dari kesan kaku juga turut mendukung hangatnya kegiatan pada hari itu.

Materi yang disampaikan pun lebih variatif. Terdapat empat garis besar yang menjadi pokok pembahasan kala itu. Hal pertama yang disampaikan berupa bahasan mengenai persiapan atau planning and preparation. Dalam hal ini kita dianjurkan untuk bisa mendefinisikan tiga hal besar sebelum kita menuangkannya dalam tulisan. Tiga hal tersebut berupa alasan (WHY) kita menulis, apa (WHAT) yang akan kita bahas dalam tulisan tersebut hingga siapa (WHOM) yang menjadi tujuan kita menulis. Ketiga hal ini akan membantu proses penulisan selanjutnya, yaitu structuring a research report.

Dalam penatagayaan laporan yang kita miliki, hendaknya kita sudah mengetahui terlebih dahulu format standar dari tulisan yang hendak kita publish atau ajukan tersebut. Adapun yang menjadi gaya standar dalam penulisan scientific article or text, mas Ary menyerderhanakannya dengan sebutan IMRaD; Introduction, Methods, Research Question(s) and Discussion. Meski demikian, beberapa gaya penulisan lainnya juga  bisa berlaku di berbagai kesempatan. Sebagai contoh, penyisipan abstrak diawal tulisan ataupun perubahan tata letak bagian pendahuluan (introduction) yang diletakkan setelah bagian simpulan (conclusion). Hal ini bergantung dengan tuntutan dari instruksi yang berlaku ataupun cara yang memang diterapkan oleh journal (bila hasil karya ingin diterbitkan) yang kita tuju.

Hal ketiga yang menjadi bahasan kala itu adalah the importance of title and introduction. Mengutip apa yang disampaikan dalam presentasi hari itu, “[a] title could be the single most important determiner of whether your writing will be read” (Samsura, D.A.A, 2017). Dari apa yang disampaikan, peserta diajak untuk lebih mendalami keyakinan bahwa penggunaan kata-kata dalam judul merupakan aspek penting selain untuk menarik pembaca juga untuk menentukan bagaimana pembaca masuk dalam karya tersebut. Contoh, bila tulisan yang dibuat berkaitan dengan bidang psikologi anak-anak namun judulnya malah berkenaan dengan masalah makan pada anak tanpa ada bahasan mengenai psikologi itu sendiri, akan membuat pembaca kebingungan saat mencerna tulisan tersebut. Ada baiknya untuk kita dapat menerapkan judul yang menarik, sederhana namun tepat guna dalam berbagai tulisan yang hendak kita proses nantinya.

scientific writing workshop 1 photo Academicwriting7_zpsyfvvbljz.jpeg

Bahasan terakhir adalah mengenai bagaimana cara menulis bagian pendahuluan (how to write an introduction). Dalam bahasan ini, peserta diajak untuk melihat betapa pentingnya bagian pembukaan bila memang kita hendak menerbitkan tulisan kita tersebut. Hal ini berkaitan dengan guna dan fungsi editor yang biasanya akan memutuskan layak atau tidaknya tulisan kita dimuat untuk khalayak luas. The editor akan menentukan apakah tulisan tersebut bisa diproses lebih lanjut atau tidak hanya dengan membaca bagian pendahuluan saja. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk membuat bagian pendahuluan yang menarik dan tepat sasaran.

Pada pertemuan kala itu disampaikan pula tiga jurus jitu yang berguna membantu alur penulisan dalam bagian pembukaan ini. Yang pertama adalah jawablah pertanyaan mengenai masalah yang hendak diselesaikan beserta solusi dan batasan dalam solusi tersebut di bagian pembukaan. Tips kedua adalah gunakan kata-kata seperlunya. Sebuah bagian pembukaan yang bertele-tele dan tidak tepat sasaran akan membuat pembaca malas untuk membaca tulisan lebih lanjut. Hal terakhir yang dianjurkan adalah jelaskan maksud dan tujuan dari penulisan paper secara lebih lugas dan jelas. Seperti yang disampaikan dipenghujung presentasi bahwa “[t]he introduction must be organised from the general to the particular point of view” (Samsura, D.A.A, 2017). Bagian ini akan menjadi petunjuk untuk pembaca mengenai dasar dan problem statement yang telah kita tentukan pada tahapan awal penulisan.

scientific writing workshop 1 photo Academicwriting3_zpswtiyj7l7.jpeg

A productive and well spent sunday

Kegiatan hari itu terasa sangat lengkap dengan suguhan makan siang berupa nasi uduk yang lezat dari tim catering PPI Utrecht. Terlihat peserta menyantap lahap suguhan tersebut dikala jam istirahat, yang setelahnya dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai tulisan peserta. Seperti yang diutarakan diawal tulisan, kegiatan ini dibagi menjadi tiga pertemuan. Therefore, mari kita nantikan ilmu baru apa lagi yang akan dibagikan dalam kegiatan akademik serupa di kesempatan selanjutnya.

Sebagai penutup, kami dari PPI Utrecht hendak mengutip isi dari email mbak Intan Purwandani selaku pemegang penuh kegiatan academic writing yang diselenggarakan oleh PPI Belanda ini, “[t]erima kasih atas partisipasinya hari ini, mohon maaf atas segala kekurangan dan sampai jumpa di scientific writing bulan depan bersama Prof. Bayu, Editor Journal TCST! :)”

Doei. Tot ziens…

 

Oleh: Aprilia Sasmar Putri