Komunitas Angklung Utrecht

Komunitas Angklung Utrecht

Category : Kebudayaan

Berada jauh dari tanah air ternyata tidak menyurutkan semangat mahasiswa Indonesia di Utrecht untuk mempelajari budaya tradisional Indonesia. Salah satu kebudayaan tersebut adalah instrumen Angklung yang merupakan instrumen tradisional dari tanah Sunda.

Ide awal untuk membentuk komunitas ini dimulai dari adanya keinginan untuk memberdayakan alat musik yang terbuat dari bambu ini yang telah lama idle di Utrecht (awalnya dimainkan para mahasiswa Indonesia di Eindhoven). Salah satu pengajarnya yang dulu pernah menempuh studi di Eindhoven kemudian menginisiasi untuk membentuk Komunitas Angklung jika mahasiswa Indonesia di Utrecht berminat. Setelah diumumkan oleh Ketua PPI, Tri Juliansyah, di grup anggota PPI Utrecht, ternyata banyak yang merespon positif ajakan tersebut. Komunitas Angklung di Utrecht akhirnya terbentuk yang langsung dimulai dengan pertemuan dan latihan perdana pada bulan Februari 2018.

Saat ini Komunitas Angklung Utrecht telah beranggotakan 23 orang. Terdapat dua pelatih handal yang dengan senang hati mengajarkan cara bermain angklung yaitu Mbak Ida dan Mbak Dea. Latihan rutin sendiri diadakan di Gedung SGB setiap Sabtu siang, namun seringkali masih disesuaikan dengan jadwal para anggota.

Hingga saat ini, para anggota Komunitas Angklung telah mempelajari lagu-lagu yang menarik mulai dari lagu daerah hingga lagu internasional popular seperti: Burung Kakatua, Yamko Rambe Yamko, Edelweiss, dan Solemio. Ternyata memainkan angklung tidak semudah yang dibayangkan karena kekompakan dan harmonisasi antaranggota harus diatur sedemikian rupa agar menghasilkan lagu yang enak didengar. Nah, bagi teman-teman anggota PPI Utrecht yang berminat, jangan ragu untuk ikut kegiatan ini! Semakin banyak pemainnya, maka permainan angklung semakin menarik.

Suasana salah satu sesi latihan

Mbak Ida sang pelatih


Leave a Reply